Soerojo Hospital Soerojo Hospital Soerojo Hospital

Penyakit Mioma Uteri dan Pencegahannya

Oleh Admin Soerojo Hospital
Diposting di Artikel April 14, 2022


Penjelasan Mioma Uteri 
Mioma uteri atau Fibroid uteri adalah neo plasma yang paling sering terjadi pada usia produktif. Mioma merupakan salah satu gejala medis yang ditandai dengan pertumbuhan massa atau daging di dalam dan di luar rahim dan bersifat jinak. Pada dasarnya mioma berasal dari otot polos pada pembuluh darah (miometrial) rahim dengan ukuran dan jumlah yang sangat bervariasi. Tahap awal mioma uteri dimulai dari pembentukan sel otot polos bulat yang kokoh hingga berlanjut menjadi tumor pada jaringan ikat. Berdasarkan International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Myoma Uteri terbagi menjadi 4 golongan besar yaitu : 
  1. Mioma intramural
  2. Mioma submucosal
  3. Mioma suberosal
  4. Mioma serviks

Intramural mioma termasuk kedalam tipe FIGO 3, 4, dan 5, serta memiliki karakteristik yakni ditemukan pada dinding uteri. Submucosal mioma diawali dengan tumbuhnya sel dibawah endomentrium (lapisan terdalam dari rahim) dan menjadi lebih besar kearah rongga rahim seiring berjalannya waktu. Mioma suberosal memiliki ciri yakni tumbuh pada permukaan serosa, bertangkai, serta intraligmenter (tumbuh antara lipatan ligament yang lebar). Untuk jenis yang terakhir adalah mioma servikal yaitu salah satu jenis mioma uteri yang tumbuh langsung pada serviks sehingga memiliki tipe FIGO tertinggi atau 8.

Tidak hanya penyakit utama saja, ternyata hal yang juga tidak kalah penting adalah Anda harus mengetahui bahwa mioma uteri akan menjadi penyakit komplikasi yang lain apabila tidak tertangani dengan tepat, diantaranya adalah tekanan pada struktur yang ada disekitarnya sehingga mengakibatkan konstipasi (sulit buang air besar) dan retensi urin, pendarahan yang berujung anemia, torsi pada mioma bertangkai sehingga harus dilakukan tindakan pembedahan, dan leiomiosarkoma apabila mioma berkembang menjadi ganas dengan angka kejadian yang cukup kecil.

Dari seluruh kejadian mioma uteri, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena mioma contohnya riwayat keluarga, menstruasi sebelum usia 10 tahun, nuliparitas (belum pernah hamil sebelumnya), memiliki body mass index (BMI) diatas normal, diet yang rendah sayuran hijau tetapi tinggi konsumsi daging merah, kurangnya vitamin D, kebisaaan untuk mengonsumsi alcohol dan merokok, penggunaan alat kontasepsi hormonal tinggi estrogen, prenatal terhadap dietil stilbestrol (DES), riwayat hipertensi, serta ras atau keturunan Afrika-Amerika.

Tanda dan Gejala Mioma 

Informasi yang perlu Anda ketahui pula adalah bahwa mioma memiliki berbagai tanda dan gejala meskipun terkadang asimtomatik (keadaan tanpa gejala) khususnya pada usia kurang lebih 35 tahun, diantaranya adalah

  1. Perbesaran pada bagian uterus, pendarahan uteri yang tidak normal (jumlah darah atau lamanya menstruasi)
  2. Nyeri pada bagian panggul terutama saat ditekan
  3. Penimbunan cairan di rongga perut
  4. Keluarnya mioma melalui mulut rahim, nyeri, atau kram di perut bagian bawah (dismenore) 
  5. Rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus atau berulang ketika akan, sedang, atau setelah berhubungan seksual (dyspareunia)

Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya apabila Anda langsung memeriksakan ke dokter terdekat apabila mengalami tanda dan gejala di atas untuk meningkatkan kualitas kesembuhan di masa yang akan datang.

Pada saat melakukan diagnosis, sering ditemui berbagai gejala khususnya dalam pemeriksaan fisik, yakni punggung yang seakan menggumpal saat dilakukan rabaan pada panggul. Disamping itu, terdapat beberapa alat digunakan untuk membantu dokter dalam memastikan kebenaran melalui imaging, contohnya adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan trans vaginal ultrasound untuk memvisualisasikan dan menentukan tipe dari fibroids.

Penting halnya untuk melakukan diagnosis secara cepat dan tepat oleh pada tenaga medis untuk menurunkan tingkat keparahan dari penyakit mioma uteri ini sehingga setelah dilakukan diagnosis secara komprehensif maka akan dilanjutkan ketahap penyembuhan atau penanganan penyakit. Kenyataanya penanganan yang dapat diberikan melalui radah obat adalah GnRH (Gonadotropin-releasing hormone) agonis, kontrasepsi estrogen-progestin melalui oral (mulut), medroxy progesterone sebagai supresi menstrusasi, dan NSAIDs sebagai kontrol rasa nyeri. Selain itu, terdapat juga intervensi dalam bidang bedah diantaranya miomektomi, hysterektomi, ablasi endometrial, dan miolisislaparoskopi (thermal, radiofrequency, cryoablation). Sedangan pada kasus khusus akan dilakukan expectant management seperti annual pelvic exams dan uterine artery embolism sebagai intervensiradiologi. Dalam prosedur ablasi radio frekuensi, energy frekuensi radio diberikan dengan tujuan untuk menghancurkan fibroid rahim atau menyusutkan pembuluh darah dan dilakukan secara trans servikal.

Demikian mioma uteri atau yang sering disebut sebagai fibroid uteri perlu diperhatikan oleh Anda bahkan sejak usia dini, perhatikan gejalanya, hindari faktor risiko, dan segera konsultasikan kepada dokter apabila mengalami gejala tersebut. Stay safe and Stay healthy!

Penulis : dr. Lydia Olivia, Sp.OG

Bagikan Postingan ini